Sabtu, 31 Januari 2015

laporan lalat sebagai vektor penyakit (kolera)

LAPORAN PVBP A.
“PERANAN LALAT SEBAGAI VEKTOR PENYAKIT (KOLERA)”

kemenkes Jadi copy.jpg






DISUSUN OLEH  :
Kelompok 2 :
•      Aan Kurbani
•      Adven Berti Manuel Gahe Talaga
•      Eugenius Kenedi
•      Ferie Satriawan
•      Kurniadi
•      Lukmanul Hakim Al Idrus
•      Luqman
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK
PROGRAM STUDI D-III A.
2014/2015
 KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa  yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusunan makalah ini dapat diselesaikan.
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengendalian Vektor dan Binatang Pengganggu A. dengan judul “Peranan Lalat Sebagai Vektor Penyakit (kolera”.
Kami menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan tugas ini.
Terima kasih disampaikan kepada dosen yang telah membimbing dan memberikan materi demi lancarnya tugas ini.
Demikianlah tugas ini disusun semoga bermanfaat.





Pontianak, Nopember 2014



Penyusun




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................      1
DAFTAR ISI......................................................................................................      2

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah.................................................................      3
1.2 Rumusan Masalah...........................................................................      3
1.3 Tujuan Penulisan.............................................................................      4

BAB II LALAT RUMAH (Musca domestica)
2.1 Klasifikasi.......................................................................................      5
1.2 Karakteristik...................................................................................      6
2.3 Siklus Hidup...................................................................................      7
2.4 Kebiasaan dan Cara Hidup.............................................................      8
2.5 Bakteri yang terdapat pada Lalat Rumah.......................................      9
2.6 Penyebab Timbulnya Penyakit Kolera................................................. 11
2.7 Cara Mencegah Timbulnya Penyakit Kolera..................................    12

BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan.......................................................................................    15
B.     Saran.................................................................................................    16

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................    17



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Insecta (serangga) merupakan anggota dari filum Arthropoda yang memiliki jumlah spesies terbanyak. Insecta bisa ditemukan di berbagai habitat baik di  darat maupun di laut. Ada banyak jenis hewan yang masuk ke dalam kelas ini, salah satunya adalah lalat.
Lalat merupakan salah satu serangga yang termasuk ke dalam ordo Diptera. Beberapa spesies lalat merupakan spesies yang paling berperan dalam masalah kesehatan masyarakat, yaitu sebagai vektor penularan penyakit. Peranan lalat dalam meyebarkan penyakit adalah sebagaivektor mekanik dan vektor biologis. Sebagai vektor mekanis lalat membawa bibit-bibit penyakit melalui anggota tubuhnya. Tubuh lalat mempunyai banyak bulu-bulu terutama pada kakinya. Bulu-bulu yang terdapat pada kaki mengandung  semacam cairan perekat sehingga benda-bendayang kecil mudah melekat.
Lalat adalah insekta yang lebih banyak bergerak dengan mempergunakan sayap (terbang). Hanya sesekali bergerak dengan kakinya. Ada berbagai jenis lalat yang berada di sekitar kita. Cara membedakannya dapat dilihat dari morfologi yang dimiliki lalat tersebut. Salah satu contoh lalat yang sering kita temukan adalah lalat rumah (Musca domestica). Lalat ini tersebar merata di berbagai daerah. Kebiasaan lalat ini adalah berpindah-pindah tempat dari tempat-tempat yang kotor seperti tempat pembuangan sampah, bangkai, bahkan kotoran. Tidak heran apabila pada tubuh lalat ini menempel banyak mikroba yang dapat menyebabkan penyakit.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut.
1.      Bagaimana klasifikasi dari lalat rumah (Musca domestica)?
2.      Bagaimana morfologi tubuh lalat rumah (Musca domestica)?
3.      Bagaimana siklus hidup dari lalat rumah (Musca domestica)?
4.      Apa kebiasaaan (cara hidup) lalat rumah (Musca domestica)?
5.      Apa bakteri yang terdapat pada tubuh lalat rumah (Musca domestica)?
6.      Bagaiman Musca domestica atau lalat rumah bisa menyebabkan timbulnya gejala  kolera pada manusia.?
7.      Bagaimana cara pencegahan penyakit kolera oleh vektor Musca domestica atau lalat rumah.?

1.3 Tujuan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk:
1.      Mengetahui bagaimana klasifikasi dari lalat rumah (Musca domestica).
2.      Mengetahui bagaimana morfologi tubuh lalat rumah (Musca domestica).
3.      Mengetahui bagaimana siklus hidup dari lalat rumah (Musca domestica).
4.      Mengetahui apa kebiasaaan dan cara hidup lalat rumah (Musca domestica).
5.      Mengetahui apa bakteri yang terdapat pada tubuh lalat rumah (Musca domestica).
6.       Mengetahi bagaiman lalat rumah (Muca domestica) bisa menyebabkan timbulnya gejala  kolera pada manusia.?
7.      Mengetahi cara pencegahan penyakit kolera oleh vektor Musca domestica atau lalat rumah.?



BAB II
LALAT RUMAH (Musca domestica)

2.1 Klasifikasi
Klasifikasi lalat rumah adalah sebagai berikut (Anonim, 2008):
Kingdom              : Animalia
Phylum                 : Arthropoda
Class                     : Insecta
Ordo                     : Diptera
Famili                   : Muscidae
Genus                   : Musca
Spesiess    : Musca domestica

Lalat masuk ke dalam ordo Diptera yaitu memiliki dua pasang sayap (Di- = dua dan –ptera = sayap). Mata biasanya berukuran besar. Antena memiliki jumlah segmen yang bervariasi dari 3 – 40 buah. Metamorfosis sempurna dengan larva yang tidak berkaki (Sa’adah, 2013: 146).
Ordo ini memiliki tipe alat mulut untuk mengunyah dan menghisap atau menjilat dan menghisap membentuk alat mulut yang sepeti belalai disebut probosis. Probosis ini dapat ditarik ke dalam atau dijulurkan sesuai dengan keperluan hewan tersebut. Sesuai dengan namanya, hewan dari ordo ini mempunyai 2 pasang sayap depan, sedangkan sayap belakang berubah bentuknya menjadi suatu bulatan kecil yang disebut haltere. Haltere ini digunakan sebagai alat keseimbangan dan alat untuk mengetahui keadaan angin.




2.2 Karakteristik
Text Box: Keterangan:
A. Tarsus
B. Antena
C. Torax
D. Mata
E. Sayap
Gambar 1. Morfologi Tubuh Lalat Rumah (Musca domestica)
(Anonim, 2012)

Lalat rumah berukuran sedang, panjangnya 6-7,5 mm, berwarna hitam keabu-abuan dengan empat garis memanjang pada bagian punggung. Mata lalat betina mempunyai celah lebih lebar dibandingkan lalat jantan. Antenanya terdiri atas 3 ruas, ruas terakhir paling besar, berbentuk silinder dan memiliki bulu pada bagian atas dan bawah Bagian mulut atau probosis lalat seperti paruh yang menjulur digunakan untuk menusuk dan menghisap makanan berupa cairan atau sedikit lembek. Bagian ujung probosis terdiri atas sepasang labella berbentuk oval yang dilengkapi dengan saluran halus disebut pseudotrakhea tempat cairan makanan diserap. Sayapnya mempunyai empat garis (strep) yang melengkung ke arah kosta/rangka sayap mendekati garis ketiga. Garis (strep) pada sayap merupakan ciri pada lalat rumah dan merupakan pembeda dengan musca jenis lainnya. Pada ketiga pasang kaki lalat ini ujungnya mempunyai sepasang kuku dan sepasang bantalan disebut pulvilus yang berisi kelenjar rambut. Pulvilus tersebut memungkinkan lalat menempel atau mengambil kotoran pada permukaan halus kotoran ketika hinggap di sampah dan tempat kotor lainnya (Anonim, 2012).




2.3 Siklus Hidup
Gambar 2. Siklus Hidup Lalat Rumah (Musca domestica)
(Anonim, 2012)

Dalam kehidupan lalat dikenal ada4 (empat) tahapan yaitu mulai dari telur, larva, pupa dan dewasa.
1.      Fase Telur
Telur lalat berwarna putih dengan ukuran lebih kurang 1 mm panjangnya. Setiap kali bertelur akan menghasilkan120–130 telur dan menetas dalam waktu 8–16 jam. Pada suhu rendah telur ini tidak akan menetas (dibawah 12–13ºC) (Depkes, diakses 2013).
2.      Fase Larva
Tingkat I: telur yang baru menetas disebut instar I, berukuran panjang 2 mm, berwarna putih, tidak bermata dan berkaki, sangat aktif dan ganas terhadap makanan, setelah 1 – 4 hari melepas kulit dan keluar menjadi instar II.
Tingkat II: ukuran besarnya dua kali dari instar I, setelah satu sampai beberapa hari maka kulit akan mengelupas dan keluar instar III.
Tingkat III: larva berukuran 12 mm atau lebih, tingkat ini  memerlukan waktu 3 sampai 9 hari. Larva mencari tempat  dengan temperatur yang disenangi, dengan berpindah-pindah tempat (Anonim, 2008).



3.      Fase Pupa atau Kepompong
Jaringan tubuh larva berubah menjadi jaringan tubuh dewasa. Stadium ini berlangsung 3 sampai 9 hari, setelah stadium ini selesai maka melalui celah lingkaran bagian anterior akan keluar lalat muda (Anonim, 2008).
4.      Lalat Dewasa
Proses pematangan menjadi lalat dewassa kurang lebih dari 15 jam dan setelah itu siap mengadakan perkawinan. Umur lalat dewasa dapat mencapai 2 – 4 minggu  (Anonim, 2008).
Siklus hidup dari  telur hingga menjadi lalat dewasa 6-20 hari Lalat dewasa panjangnya lebih kurang ¼ inci, dan mempunyai 4 garis yang agak gelap hitam dipunggungnya. Beberapa hari  kemudian sudah siap  untuk berproduksi, pada kondisi normal lalat dewasa betina dapat bertelur sampai 5 (lima) kali. Umur lalat pada umumnya sekitar 2-3 minggu, tetapi  pada kondisi yang lebih sejuk biasa sampai 3 (tiga) bulan. Lalat tidak kuat terbang menantang arah angin, tetapi sebaliknya lalat akan terbang jauh mencapai1kilometer (Depkes, diakses 2013).

2.4 Kebiasaan dan Cara Hidup
Lalat rumah merupakan pemakan makanan yang berbau busuk biasa dia memakan bahan berbentuk cairan seperti: sirup, susu, buah-buahan dan sayuran yang basah dan membusuk, sputum, kotoran, air dia juga mencemari makanan pada kulit/tubuh yang basah sepert imulut, lubang hidung, mata pada luka serta pada daging kemudian lalat hinggap pada  keju,  gula,dan makanan lain lalat memakan makanan kering dengan  bantuan  dia  mengeluarkan  air   liurnya  yang  mengandung  penyakit  kemudian dihisapnya kembali makanan tadi hingga lalat sudah  dikenal sejak lama sebagai pembawa penyakit (Dinata, 2011).
Lalat membawa bakteri pada tubuh dan kaki-kakinya, sewaktu lalat menikmati makanan ia  akan mencemari makanan melalui cairan yang dikeluarkan oleh makanan yang dicerna dan  masuk kembali kedalam permukaan makanan.  Bila lalat terlampau banyak maka lalat dapat membuang kotoran diatas makanan,  sehingga makanan menjadi tercemar oleh telur atau larva lalat (Depkes, diakses 2013).
Tempat yang disenangi lalat untuk perindukan atau berkembang biak adalah tempat yang basah, pada benda-benda organik, tinja, sampah basah, kotoran binatang, dan tumbuh-tumbuhan busuk. Sedangkan lalat akan beristirahat pada lantai, dinding, langit-langit, jemuran pakaian, rumput-rumput, kawat listrik, serta lalat menyukai tempat-tempat dengan tepi yang tajam dan permukaannya vertikal. Biasanya tempat beristirahatnya terletak berdekatan dengan  tempat makanannya atau tempat berbiaknya dan biasanya yang terlindung dari angin. Tempat istirahat tersebut biasanya tidak lebih dari 4,5 meter di atas permukaan tanah.(Anonim, 2008).

2.5 Bakteri yang terdapat pada Lalat Rumah
Mengutip dari hasil sebuah penelitian yang telah dilakukan terhadap jenis-jenis lalat (Diptera) yang terdapat diTempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) kota Padang, di dapatkan dua jenis lalat yaitu Musca domesticadan Chrysomyamegacephala yang berasal dari dua famili yaitu Muscidaedan Calliphoridae (Suraini, 2011: 6). Dari penelitian tersebut didapatkan hasil sebagai berikut.

Tabel1. Jenis-jenis bakteri pada permukaan luar tubuh lalat M.domestica dan C. megacephala
No
Jenis Bakteri
C. Megacephala
M. domestia L.
1
Enterobacter aerogenes
+
+
2
Eschericia coli
+
+
3
Proteus sp.
+
+
4
Bacillussp.
+
+
5
Serratia marcescens
+
+
Keterangan:
+          = Ada
-           = Tidak ada

Pada penelitian ini ditemukan lima jenis bakteri yang terdapat pada per mukaan luar tubuh lalat M. Domestica dan C. Megacephala yang terdiri dari empat jenis bakteri Enterobacteriaceae yaitu Enterobacter aerogenes, Escherichiacoli, Proteus sp. dan Serratia marcescens serta satu jenis bakteri basil dari genus Bacillus sp.
1.      Enterobacter aerogenes
Koloni bakteri pada media Nutrient Agartidak berwarna, jernih, bulat sedang, cembung, smooth. Darihasilidentifikasiyang telah dilakukan dengan memakai metoda KITAPI 20EdidapatkanbahwajenisbakteriyangditemukanadalahE. aerogenes dengan ketepatan hasil96 %.



2.      Escherichia coli
Pada  Media  Nutrien Agar  koloni terlihat tidak berwarna, bulat sedang, smooth. Pada media Mac Conkey Agar ukuran koloni rata-rata 1 mm, sedikit cembung, smooth, berwarna merah karena memfermentasi laktosa. Berdasarkan hasil identifikasi dengan TSIA dan tes biokimia deretan IMVICMU ditandai dengan hasil tes yaitu, TSIA A/A/-, Sulfur (-), Motility (+), Indol positif(+), Voges Proskauer (-), Cimon Sitrat (-), MR positif (+), dan Urease negatif (-), Mannit (+) dan Sukrosa (+).
3.      Proteus sp.
Pada Nutrien Agar koloni bulat, smooth, tidak berwarna, ada yang menyebar. Pada Mac Conkey Agar koloni terlihat bulat, berwarna merah muda, tidak memfermentasi laktosa. Berdasarkan hasil identifikasi dengan TSIA dan tes biokimia deretan IMVICMU ditandai dengan hasil tes yaitu, TSIA A/K/+, Sulfur (+), Motility (+), Indol(-), Voges Proskauer (-), Simon Citrat (+), Metyl Redpositif(+), Urease positif (+), Mannit (+) dan laktosa (+) seperti terlihat pada (Lampiran5). Proteus dapat ditemukan didalam air, tanah dan bahan-bahan yang terkontaminasi oleh feses manusia.
4.      Bacillussp.
Pada media Nutrien Agar koloni besar terlihat menyebar, tepinya tidak rata. Dengan melakukan pewarnaan Gram dapat di identifikasi bahwa ditemukan bakteri Bacillus sp. pada tubuh  lalat  M. domestica dan C.megacephala dengan ciri-ciri morfologi bakteri berbentuk batang  besar  persegi (tongkat),  bersifat Gram (+). Setelah dilakukan pewarnaan spora  ditemukan adanya endospora. Hasil uji  tes katalase untuk bakteri Bacillussp. menunjukkan bahwa katalase (+).
5.      Serratia marcescens
Pada media Mac Conkey agar terlihat koloni bakteri bulat, menyebar dan berwarna merah. Berdasarkan hasil identifikasi dengan memakai metoda KITA PI20E didapatkan bahwa jenis bakteri yang ditemukan adalah Serratia marcescens dengan ketepatan hasil97%.

Dari hasil penelitian tersebut, tidak heran apabila lalat bisa menjadi vektor biologis dan mekanis dalam penyebaran penyakit. Penularan ini  terjadi secara mekanis, dimana kulit tubuh dan kaki-kakinya yang kotor tadi merupakan tempat menenmpelnya mikroorganisme penyakit perut kemudian hinggap pada makanan. Beberapa penyakit yang dapat ditularkan oleh lalat rumah antara lain:
1.      Desentri, penyebaran bibit  penyakit yang dibawa oleh  lalat  rumah yang berasal dari sampah,  kotoranmanusia/hewan terutama melaluibulu-bulubadannya,kakidanbagian tubuh yang lain  dari  lalat dan  bila  lalat hinggap kemakanan manusia maka kotoran tersebut akan mencemari makanan yang akan dimakan oleh  manusia, akhirnyatimbul gejala pada manusia yaitu sakit pada bagian perut, lemas karena terlambat  peredaran darah dan pada kotoran terdapat mucus dan push.
2.      Diare, cara penyebarannya sama dengan desentri dengan gejala sakit pada bagian perut, lemas dan pecernaan terganggu.
3.      Typhoid, cara penyebaran sama dengan desentri, gangguan padausus, sakit pada perut, sakit kepala, berak darah dan demam tinggi.
4.      Cholera , penyebaran bibit  penyakit yang dibawa oleh  lalat  rumah yang berasal dari sampah,  kotoran manusia/hewan terutama melalui bulu-bulu badannya, kaki dan bagian tubuh yang lain  dari  lalat dan  bila  lalat hinggap kemakanan manusia maka kotoran tersebut akan mencemari makanan yang akan dimakan oleh  manusia, akhirnya timbul gejala pada manusia yaitu sakit pada bagian perut, lemas karena terlambat  peredaran darah dan pada kotoran terdapat mucus dan push (Depkes, diakses 2013).

2.6 Musca Domestica Atau Lalat Rumah Bisa Menyebabkan Timbulnya Gejala  Kolera Pada Manusia
Penyakit taun atau kolera (juga disebut Asiatic cholera) adalah penyakit menular di saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakterium Vibrio cholerae. Bakteri ini biasanya masuk ke dalam tubuh melalui air minum yang terkontaminasi oleh sanitasi yang tidak benar atau dengan memakan ikan yang tidak dimasak benar, terutama kerang. Gejalanya termasuk diare, perut keram, mual, muntah, dan dehidrasi.
Vibrio cholerae merupakan bakteri gram negatif, berbentuk basil (batang) dan bersifat motil (dapat bergerak), memiliki struktur antogenik dari antigen flagelar H dan antigen somatik O, gamma-proteobacteria, mesofilik dan kemoorganotrof, berhabitat alami di lingkungan akuatik dan umumnya berasosiasi dengan eukariot. Spesies Vibrio kerap dikaitkan dengan sifat patogenisitasnya pada manusia, terutama V. cholerae penyebab penyakit kolera di negara berkembang yang memiliki keterbatasan akan air bersih dan memiliki sanitasi yang buruk. V. cholerae ditemukan pertama kali oleh ahli anatomi dari Italia bernama Filippo Pacini pada tahun 1854.
Seekor lalat dewasa mampu berpindah pada jarak yang jauh. Kebanyakan lalat dewasa akan tetap tinggal di\ tempat dimana tersedia makanan yang cukup dan tempat untuk bertelur. Lalat dewasa hidup beberapa minggu dan dapat berpindah apabila makanan berkurang. Selain itu lalat dapat mengadakan migrasi hingga 8 km.
Pada kasus food borne disease secara epidemiologi penting dipelajari peran lalat dalam memindahkan agen penyakit dari tempat yang kotor ke makanan. Penyebaran agen penyakit dapat berlangsung cepat dan luas karena lalat rumah dapat terbang sampai jarak 20 mil. Lalat rumah bahkan dapat terbang lebih dari 32 km.
Lalat beradaptasi dengan baik untuk menyerap agen penyakit. Keenam kaki lalat yang dilengkapi dengan rambut dan bantalan kaki tempat menempelnya material, oleh karenanya lalat sebagai vektor potensial penyebaran agen penyakit. Lalat dalam sekali makan dapat membawa 6 x 106 bakteri pada eksoskeletonnya.

2.7 Cara Pencegahan Penyakit Kolera Oleh Vektor Musca Domestica Atau Lalat Rumah
1.      Mencegah Lalat datang Ke Rumah
Sebelum anda mengusir lalat, sebaiknya anda mencegah lalat untuk datang kerumah anda  dengan mengetahui yang memancing lalat untuk datang ke rumah yaitu adanya sumber makanan untuk lalat:
a.       Cucilah counter atau permukaan meja dapur setiap hari menggunakan sabun dan air, serta anda bersihkan sisa-sisa saus atau remah-remah dengan sesegera mungkin.
b.      Anda jangan membiasakan meninggalkan botol-botol minuman, kaleng, dan gelas yang terisi jus, soda, anggur, liquor atau bir karena ini akan menarik perhatian lalat.
c.       Anda harus memastikan bahwa tempat cuci piring dan saluran airnya selalu dalam keadaan bersih. Jika kotor, sisa remah atau residu bisa menarik perhatian lalat. Jika Anda berpikir bahwa tempat cuci piring di dapur menjadi tempat lalat berkumpul maka siramlah salurannya dengan air setiap hari.
d.      Anda harus memastikan seluruh piring makan tercuci dengan bersih dan jangan membiarkan piring kotor. Jika memang tidak ada sisa-sisa makanan di meja makan atau dapur maka periksalah piring-piring kotor, biji, atau kulit buah-buahan yang mungkin tercecer di ruangan lain, seperti di bawah kursi atau furnitur.
e.       Saat cuaca panas, ikat dan pindahkan kantong sampah dari dapur setiap hari dan pastikan tempat sampah tertutup rapat untuk menghindari kedatangan lalat. Kotoran dan sampah dapur akan berubah dengan cepat dan bisa menarik perhatian lalat.
f.       Jangan lupa untuk membersihkan seluruh kaleng dan botol sebelum menempatkannya di kantong daur ulang.
g.      Bungkus dengan plastik  makanan dan buah-buahan secara rapat atau simpan di lemari es (khususnya untuk buah yang cepat busuk karena jenis makanan ini seperti magnet bagi serangga kecil). Lalat sangat senang untuk menempatkan telur-telurnya pada makanan ini.
h.      Jagalah selalu pantry Anda, kentang atau bawang yang tersimpan dalam kantong-kantong akan berubah cepat dalam suhu yang panas dan akan menarik perhatian lalat.
2.      Cara Mengusir Lalat  dari Rumah
Jika anda sudah bosan melihat lalat dan ingin mengusirnya maka anda bisa simak tips ampuh berikut ini untuk mengusir lalat di rumah dengan menggunakan bahan alami, yaitu
a.       Cengkeh
Wangi cengkeh cukup efektif mengusir lalat. Ada dua cara untuk memanfaatkan wewangian rempah yang satu ini. Pertama, cara yang paling sederhana. Rendam cengkeh secukupnya, pada semangkuk air. Kemudian letakkan rendaman cengkeh tadi pada tempat yang banyak dihinggapi lalat. Untuk mendapatkan wangi yang lebih tajam, padukan wangi cengkeh dengan apel. Caranya, siapkan satu buah apel yang sudah matang. Penuhi seluruh permukaan apel dengan cengkeh, dengan cara menusukkan bunga-bunga cengkeh ke permukaan kulit apel. Letakkan apel yang sudah terutup cengkeh ini di atas meja. Lalat pun enggan mendekat.
b.      Daun Pandan
Wangi pandan bisa digunakan untuk mengusir lalat, yaitu dengan menyiapkan beberapa helai daun pandan, setelah itu iris halus. Kemudian anda letakkan irisan daun pandan tadi pada sebuah mangkuk atau piring dan letakkan mangkuk atau  piring di tempat yang banyak dihinggapi oleh lalat.
c.       Lavender
Lavender merupakan salah satu tanaman, yang wanginya tidak disukai serangga. Anda bisa menempatkan beberapa tangkai bunga lavender di dalam rumah, untuk mengusir lalat. Selain mengusir lalat, bunga-bunga lavender ini juga bisa mempercantik tampilan ruangan.
3.      Cara Membasmi Lalat  dari Rumah
Selain cara diatas maka anda bisa juga membasmi lalat dengan menyemprotkan racun anti serangga berbahan kimia, karena ini termasuk cara yang mudah dan cepat membunuh atau mengusir serangga khususnya lalat, namun cara tersebut dapat meninggalkan racun bagi tubuh manusia.
Selain menggunakan semprotan maka anda bisa juga membasmi lalat menggunakan kertas lem lalat yang banyak dijual di toko dan anda tinggal meletakkannya di tempat-tempat yang sering dihinggapi oleh lalat dan jika lalat hinggap dikertas tersebut maka lalat akan lengket menempel  di kertas itu dan tidak bisa bertebangan bebas lagi.
Jika anda tidak ingin menggunakan lem lalat maka anda bisa membasmi lalat dengan menggunakan satu sendok madu dicampur dengan sakarin satu sendok teh. Kemudian anda oleskan pada kertas sampai merata dan anda letakkan ditempat dimana lalat biasanya hinggap. Lalat akan berbondong-bondong mengerubuti kertas tersebut dan akhirnya mati keracunan.





BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Lalat rumah masuk ke dalam ordo diptera, yaitu yang memeiliki dua sayap. Sepasang sayap depan dan sayap belakang yang berubah bentuknya menjadi suatu bulatan kecil yang disebut haltere.
Lalat rumah berukuran sedang, panjangnya 6-7,5 mm, berwarna hitam keabu-abuan dengan empat garis memanjang pada bagian punggung. Memiliki sepasang mata, sepasang antena, dan tiga pasang kaki. Lalat rumah memiliki bulu pada bagian atas dan bawah. Sayapnya mempunyai empat garis (strep) yang melengkung ke arah kosta/rangka sayap mendekati garis ketiga. Garis ini menjadi ciri pada lalat rumah dan merupakan pembeda dengan musca jenis lainnya.
Siklus hidup pada lalat rumah (Musca domestica) ada 4 fase, yaitu: telur, larva, pupa, dan dewasa. Metamorfosis yang dilakukan oleh lalat adalah metamorfosis sempurna.
Lalat rumah menyukai makanan yang berbau busuk dan biasa memakan makanan yang berbentuk cairan. Tempat yang disenangi lalat untuk perindukan atau berkembang biak adalah tempat yang basah, pada benda-benda organik, tinja, sampah basah, kotoran binatang, dan tumbuh-tumbuhan busuk.
Salah satu penyakit yang di sebarkan lalat rumah (musco domestica) yaitu kolera. Kolera adalah penyakit menular di saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakterium Vibrio cholerae.
Vibrio cholerae merupakan bakteri gram negatif, berbentuk basil (batang) dan bersifat motil (dapat bergerak), memiliki struktur antogenik dari antigen flagelar H dan antigen somatik O, gamma-proteobacteria, mesofilik dan kemoorganotrof, berhabitat alami di lingkungan akuatik dan umumnya berasosiasi dengan eukariot.



3.2 Saran
Walaupun hanya sekilas pembahasan mengenai lalat ini, diharapkan pembaca tetap menjaga diri, lingkungan, serta makanan agar tetap bersih. Hal ini sangat penting untuk menghindari penyebaran penyakit di sekitar kita. Karena lalat sebagai salah satu vektor penyebaran penyakit sangat menyukai tempat-tempat yang kotor.
Namun, lalat tidak seburuk dengan apa yang telah dijelaskan. Segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah pasti ada manfaatnya. Seperti halnya dengan lalat, walaupun ia menyebabkan penyakit, tetapi ia menyediakan obat/penawarnya juga. Jangan melihat segala sesuatu dari satu sisi negatifnya saja.




DAFTAR PUSTAKA

Anonim 2014, Vibrio Cholerae Di unduh dari:

Anonim 2014, Kolera Diunduh dari:

Hidayanto, 2014 Cara Mengusir Lalat Dari Rumah Diunduh dari:
http://hadiyanto.net/tips-seputar-rumah/cara-mengusir-lalat-dari-rumah/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar