IQ VS EQ
Berdasarkan surve di Amerika serikat pada 1918 tentang IQ,
ditemukan “paradoks” membabayakan yaitu skor IQ anak-anak makin tinggi,
kecerdasan mereka justu turun. Lebih mengkhawatirkan lagi data hasil surve
besar-besaran 1970 dan 1980 terhadap pada orangtua dan gurumenunjukan, “
anak-anak generasi sekarang lebih sering mengalami masalah emosi ketimbang
generasi terdahulunya. Secara pukul rata anak sekarang tumbuh dalam kesepian
dan depresi, mudah marah dan sulit diatur, lebih gugup dan mudah cemas;
impulsif dan agresif.
Survei tersebut kemudian dilanjutkan dengan penelitian
terhadap ratusan ribu pekerja, dari level bawah hinggga eksekutif puncak
penelitin ini mencakup perusahaan-perusahaan basar sekelas AT&T di Amerika
Serikat hingga perusahaan kecil, bahkan wirausahawan. Dalam pengkajiannya
ditemukan suatu inti kemauan pribadi dan sosial yang sama, yang terbukt menjadi
kunci utama keberhasilan, yaitu kecerdasan emosianal.
Telah terbukti secara ilmiah bahwa kecerdasan emosi memegang
pern penting dalam mencapai keberhasilan di segala bidang. Menurut Robrt K Cooper PhD, hati mengaktifkan nilai-nilai kita
yang terdalam, mengubah diri dari suatu yang kita pikir menjadi sesuatu yang
kita jalani. Hati menpu mengetahui hal-hal yang tidak boleh atau tidak dapat
diketahui oleh pikiran kita. Hati adalah sumber keberaniandan semangat,
integritas serta komitmen. Hati adalah sumber energi dan perasaan mendalam yang
menuntun kita untuk melakukan
pembelajaran , menciptakan kerja sama , memimpin , serta melayani.