Senin, 31 Agustus 2015

IQ VS EQ

Berdasarkan surve di Amerika serikat pada 1918 tentang IQ, ditemukan “paradoks” membabayakan yaitu skor IQ anak-anak makin tinggi, kecerdasan mereka justu turun. Lebih mengkhawatirkan lagi data hasil surve besar-besaran 1970 dan 1980 terhadap pada orangtua dan gurumenunjukan, “ anak-anak generasi sekarang lebih sering mengalami masalah emosi ketimbang generasi terdahulunya. Secara pukul rata anak sekarang tumbuh dalam kesepian dan depresi, mudah marah dan sulit diatur, lebih gugup dan mudah cemas; impulsif dan agresif.
Survei tersebut kemudian dilanjutkan dengan penelitian terhadap ratusan ribu pekerja, dari level bawah hinggga eksekutif puncak penelitin ini mencakup perusahaan-perusahaan basar sekelas AT&T di Amerika Serikat hingga perusahaan kecil, bahkan wirausahawan. Dalam pengkajiannya ditemukan suatu inti kemauan pribadi dan sosial yang sama, yang terbukt menjadi kunci utama keberhasilan, yaitu kecerdasan emosianal.
Telah terbukti secara ilmiah bahwa kecerdasan emosi memegang pern penting dalam mencapai keberhasilan di segala bidang. Menurut Robrt K Cooper PhD, hati mengaktifkan nilai-nilai kita yang terdalam, mengubah diri dari suatu yang kita pikir menjadi sesuatu yang kita jalani. Hati menpu mengetahui hal-hal yang tidak boleh atau tidak dapat diketahui oleh pikiran kita. Hati adalah sumber keberaniandan semangat, integritas serta komitmen. Hati adalah sumber energi dan perasaan mendalam yang menuntun kita  untuk melakukan pembelajaran , menciptakan kerja sama , memimpin , serta melayani.