
LAPORAN PVBP A.
“PERANAN
LALAT SEBAGAI VEKTOR PENYAKIT (KOLERA)”

DISUSUN
OLEH :
Kelompok 2 :
• Aan Kurbani
• Adven Berti Manuel Gahe
Talaga
• Eugenius Kenedi
• Ferie Satriawan
• Kurniadi
• Lukmanul Hakim Al Idrus
• Luqman
JURUSAN
KESEHATAN LINGKUNGAN
POLTEKKES
KEMENKES PONTIANAK
PROGRAM
STUDI D-III A.
2014/2015
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya
sehingga penyusunan makalah ini dapat diselesaikan.
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengendalian
Vektor dan Binatang Pengganggu A. dengan judul “Peranan Lalat Sebagai Vektor Penyakit (kolera”.
Kami menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena
itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami
harapkan demi kesempurnaan tugas ini.
Terima kasih disampaikan kepada dosen yang telah membimbing dan
memberikan materi demi lancarnya tugas ini.
Demikianlah tugas ini disusun semoga bermanfaat.
Pontianak, Nopember 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................... 1
DAFTAR ISI...................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah................................................................. 3
1.2 Rumusan Masalah........................................................................... 3
1.3 Tujuan Penulisan............................................................................. 4
BAB II LALAT RUMAH (Musca
domestica)
2.1 Klasifikasi....................................................................................... 5
1.2 Karakteristik................................................................................... 6
2.3 Siklus Hidup................................................................................... 7
2.4 Kebiasaan dan Cara Hidup............................................................. 8
2.5 Bakteri yang terdapat pada Lalat Rumah....................................... 9
2.6 Penyebab Timbulnya Penyakit Kolera................................................. 11
2.7 Cara Mencegah Timbulnya Penyakit
Kolera.................................. 12
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan....................................................................................... 15
B.
Saran................................................................................................. 16
DAFTAR
PUSTAKA...................................................................................... 17
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Insecta (serangga) merupakan anggota dari filum
Arthropoda yang memiliki jumlah spesies terbanyak. Insecta bisa ditemukan di
berbagai habitat baik di darat maupun di
laut. Ada banyak jenis hewan yang masuk ke dalam kelas ini, salah satunya
adalah lalat.
Lalat merupakan salah satu
serangga yang termasuk ke dalam ordo Diptera. Beberapa spesies lalat merupakan
spesies yang paling berperan dalam masalah kesehatan masyarakat, yaitu
sebagai vektor penularan penyakit. Peranan lalat dalam meyebarkan penyakit adalah
sebagaivektor mekanik dan
vektor
biologis. Sebagai vektor
mekanis lalat membawa bibit-bibit
penyakit
melalui anggota tubuhnya. Tubuh lalat mempunyai
banyak
bulu-bulu
terutama pada kakinya. Bulu-bulu
yang
terdapat pada
kaki mengandung semacam
cairan perekat sehingga benda-bendayang
kecil mudah melekat.
Lalat adalah insekta yang lebih banyak bergerak
dengan mempergunakan sayap (terbang). Hanya sesekali bergerak dengan kakinya. Ada berbagai jenis lalat yang berada di sekitar
kita. Cara membedakannya dapat dilihat dari morfologi yang dimiliki lalat
tersebut. Salah satu contoh lalat yang sering kita temukan adalah lalat rumah (Musca
domestica). Lalat ini tersebar merata di berbagai daerah. Kebiasaan lalat
ini adalah berpindah-pindah tempat dari tempat-tempat yang kotor seperti tempat
pembuangan sampah, bangkai, bahkan kotoran. Tidak heran apabila pada tubuh
lalat ini menempel banyak mikroba yang dapat menyebabkan penyakit.
1.2 Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka
penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut.
1. Bagaimana klasifikasi dari lalat rumah (Musca
domestica)?
2. Bagaimana morfologi tubuh lalat rumah (Musca
domestica)?
3. Bagaimana siklus hidup dari lalat rumah (Musca
domestica)?
4. Apa kebiasaaan (cara hidup) lalat rumah (Musca
domestica)?
5. Apa bakteri yang terdapat pada tubuh lalat
rumah (Musca domestica)?
6. Bagaiman Musca
domestica atau lalat rumah bisa menyebabkan timbulnya gejala kolera pada manusia.?
7. Bagaimana cara
pencegahan penyakit kolera oleh vektor Musca domestica atau lalat rumah.?
1.3 Tujuan
Penulisan
makalah ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui bagaimana klasifikasi dari lalat
rumah (Musca domestica).
2. Mengetahui bagaimana morfologi tubuh lalat
rumah (Musca domestica).
3. Mengetahui bagaimana siklus hidup dari lalat
rumah (Musca domestica).
4. Mengetahui apa kebiasaaan dan cara hidup lalat
rumah (Musca domestica).
5. Mengetahui apa bakteri yang terdapat pada tubuh
lalat rumah (Musca domestica).
6. Mengetahi bagaiman
lalat rumah (Muca domestica) bisa
menyebabkan timbulnya gejala kolera pada
manusia.?
7.
Mengetahi cara pencegahan penyakit kolera oleh vektor Musca
domestica atau lalat rumah.?
BAB II
LALAT RUMAH (Musca domestica)
2.1 Klasifikasi
Klasifikasi
lalat rumah adalah sebagai berikut (Anonim, 2008):
Kingdom :
Animalia
Phylum :
Arthropoda
Class : Insecta
Ordo : Diptera
Famili : Muscidae
Genus : Musca
Spesiess : Musca domestica
Lalat masuk ke dalam ordo Diptera yaitu memiliki
dua pasang sayap (Di- = dua dan –ptera = sayap). Mata biasanya berukuran besar.
Antena memiliki jumlah segmen yang bervariasi dari 3 – 40 buah. Metamorfosis
sempurna dengan larva yang tidak berkaki (Sa’adah, 2013: 146).
Ordo ini memiliki tipe alat mulut untuk
mengunyah dan menghisap atau menjilat dan menghisap membentuk alat mulut yang
sepeti belalai disebut probosis. Probosis ini dapat ditarik ke dalam atau
dijulurkan sesuai dengan keperluan hewan tersebut. Sesuai dengan namanya, hewan
dari ordo ini mempunyai 2 pasang sayap depan, sedangkan sayap belakang berubah
bentuknya menjadi suatu bulatan kecil yang disebut haltere. Haltere ini
digunakan sebagai alat keseimbangan dan alat untuk mengetahui keadaan angin.
2.2 Karakteristik


Gambar 1. Morfologi Tubuh Lalat Rumah (Musca
domestica)
(Anonim, 2012)
Lalat rumah berukuran sedang, panjangnya 6-7,5 mm,
berwarna hitam keabu-abuan dengan empat garis memanjang pada bagian punggung.
Mata lalat betina mempunyai celah lebih lebar dibandingkan lalat jantan. Antenanya
terdiri atas 3 ruas, ruas terakhir paling besar, berbentuk silinder dan
memiliki bulu pada bagian atas dan bawah Bagian mulut atau probosis lalat
seperti paruh yang menjulur digunakan untuk menusuk dan menghisap makanan
berupa cairan atau sedikit lembek. Bagian ujung probosis terdiri atas sepasang
labella berbentuk oval yang dilengkapi dengan saluran halus disebut
pseudotrakhea tempat cairan makanan diserap. Sayapnya mempunyai empat garis (strep)
yang melengkung ke arah kosta/rangka sayap mendekati garis ketiga. Garis (strep)
pada sayap merupakan ciri pada lalat rumah dan merupakan pembeda dengan musca
jenis lainnya. Pada ketiga pasang kaki lalat ini ujungnya mempunyai sepasang
kuku dan sepasang bantalan disebut pulvilus yang berisi kelenjar rambut.
Pulvilus tersebut memungkinkan lalat menempel atau mengambil kotoran pada
permukaan halus kotoran ketika hinggap di sampah dan tempat kotor lainnya (Anonim,
2012).
2.3 Siklus
Hidup
Gambar 2. Siklus Hidup Lalat Rumah (Musca
domestica)
(Anonim, 2012)
Dalam kehidupan lalat dikenal ada4 (empat) tahapan
yaitu mulai dari telur, larva,
pupa dan dewasa.
1.
Fase Telur
Telur lalat berwarna putih
dengan ukuran lebih kurang 1 mm panjangnya. Setiap kali bertelur akan menghasilkan120–130 telur dan menetas dalam waktu 8–16 jam. Pada
suhu rendah telur ini tidak
akan menetas (dibawah 12–13ºC) (Depkes, diakses 2013).
2.
Fase Larva
Tingkat I: telur yang baru menetas disebut
instar I, berukuran panjang 2 mm, berwarna putih, tidak bermata dan berkaki,
sangat aktif dan ganas terhadap makanan, setelah 1 – 4 hari melepas kulit dan
keluar menjadi instar II.
Tingkat II: ukuran besarnya dua kali dari
instar I, setelah satu sampai beberapa hari maka kulit akan mengelupas dan
keluar instar III.
Tingkat III: larva berukuran 12 mm atau lebih,
tingkat ini memerlukan waktu 3 sampai 9
hari. Larva mencari tempat dengan
temperatur yang disenangi, dengan berpindah-pindah tempat (Anonim, 2008).
3. Fase Pupa atau Kepompong
Jaringan tubuh larva berubah menjadi jaringan
tubuh dewasa. Stadium ini berlangsung 3 sampai 9 hari, setelah stadium ini selesai
maka melalui celah lingkaran bagian anterior akan keluar lalat muda (Anonim,
2008).
4. Lalat Dewasa
Proses pematangan menjadi lalat dewassa kurang
lebih dari 15 jam dan setelah itu siap mengadakan perkawinan. Umur lalat dewasa
dapat mencapai 2 – 4 minggu (Anonim,
2008).
Siklus hidup dari telur hingga menjadi lalat dewasa 6-20 hari
Lalat dewasa panjangnya lebih kurang
¼ inci, dan mempunyai 4 garis yang
agak gelap hitam dipunggungnya. Beberapa hari kemudian
sudah siap untuk berproduksi, pada kondisi normal lalat dewasa betina
dapat bertelur sampai 5 (lima) kali. Umur
lalat pada umumnya sekitar 2-3 minggu,
tetapi pada
kondisi yang lebih sejuk biasa sampai 3 (tiga) bulan.
Lalat tidak kuat terbang menantang
arah angin, tetapi sebaliknya lalat akan
terbang jauh mencapai1kilometer (Depkes,
diakses 2013).
2.4 Kebiasaan
dan Cara Hidup
Lalat rumah
merupakan pemakan makanan yang berbau
busuk biasa dia memakan bahan
berbentuk cairan seperti: sirup,
susu, buah-buahan dan sayuran yang
basah dan membusuk, sputum,
kotoran, air dia juga mencemari makanan pada kulit/tubuh
yang basah sepert imulut, lubang
hidung, mata pada luka serta pada daging kemudian
lalat hinggap pada keju, gula,dan makanan
lain lalat memakan makanan kering dengan bantuan dia mengeluarkan air liurnya yang mengandung penyakit kemudian dihisapnya kembali makanan tadi hingga lalat
sudah dikenal sejak lama sebagai pembawa penyakit
(Dinata, 2011).
Lalat membawa bakteri pada tubuh dan kaki-kakinya, sewaktu lalat menikmati makanan
ia akan mencemari makanan melalui
cairan yang dikeluarkan oleh makanan
yang dicerna dan masuk
kembali kedalam permukaan
makanan. Bila
lalat terlampau banyak maka lalat
dapat membuang kotoran
diatas makanan, sehingga makanan menjadi
tercemar oleh telur atau larva lalat (Depkes, diakses 2013).
Tempat yang disenangi lalat untuk perindukan
atau berkembang biak adalah tempat yang basah, pada benda-benda organik, tinja,
sampah basah, kotoran binatang, dan tumbuh-tumbuhan busuk. Sedangkan lalat akan
beristirahat pada lantai, dinding, langit-langit, jemuran pakaian,
rumput-rumput, kawat listrik, serta lalat menyukai tempat-tempat dengan tepi
yang tajam dan permukaannya vertikal. Biasanya tempat beristirahatnya terletak
berdekatan dengan tempat makanannya atau
tempat berbiaknya dan biasanya yang terlindung dari angin. Tempat istirahat
tersebut biasanya tidak lebih dari 4,5 meter di atas permukaan tanah.(Anonim,
2008).
2.5 Bakteri
yang terdapat pada Lalat Rumah
Mengutip dari hasil sebuah
penelitian yang telah dilakukan
terhadap
jenis-jenis lalat (Diptera)
yang
terdapat diTempat Pembuangan
Akhir Sampah (TPA) kota
Padang,
di dapatkan dua jenis lalat
yaitu Musca
domesticadan Chrysomyamegacephala
yang berasal
dari dua famili yaitu Muscidaedan Calliphoridae (Suraini,
2011: 6). Dari penelitian tersebut didapatkan hasil
sebagai berikut.
Tabel1. Jenis-jenis bakteri pada
permukaan
luar tubuh lalat M.domestica dan
C. megacephala
|
No
|
Jenis Bakteri
|
C. Megacephala
|
M. domestia L.
|
|
1
|
Enterobacter aerogenes
|
+
|
+
|
|
2
|
Eschericia coli
|
+
|
+
|
|
3
|
Proteus sp.
|
+
|
+
|
|
4
|
Bacillussp.
|
+
|
+
|
|
5
|
Serratia marcescens
|
+
|
+
|
Keterangan:
+ = Ada
- = Tidak ada
Pada penelitian ini ditemukan lima
jenis bakteri yang
terdapat
pada
per
mukaan luar tubuh lalat M.
Domestica dan C. Megacephala yang terdiri
dari empat jenis bakteri Enterobacteriaceae yaitu
Enterobacter aerogenes,
Escherichiacoli,
Proteus sp. dan Serratia
marcescens serta
satu jenis bakteri basil
dari genus Bacillus
sp.
1. Enterobacter aerogenes
Koloni bakteri pada
media Nutrient Agartidak berwarna,
jernih, bulat sedang,
cembung, smooth. Darihasilidentifikasiyang
telah dilakukan dengan
memakai metoda KITAPI
20EdidapatkanbahwajenisbakteriyangditemukanadalahE. aerogenes dengan ketepatan
hasil96 %.
2. Escherichia coli
Pada
Media Nutrien Agar
koloni terlihat
tidak
berwarna,
bulat
sedang, smooth. Pada media Mac
Conkey Agar ukuran koloni rata-rata
1 mm, sedikit cembung, smooth, berwarna merah karena
memfermentasi
laktosa. Berdasarkan hasil identifikasi dengan TSIA
dan tes biokimia deretan
IMVICMU ditandai dengan hasil
tes yaitu, TSIA
A/A/-,
Sulfur (-), Motility (+),
Indol
positif(+), Voges Proskauer (-), Cimon
Sitrat (-),
MR positif (+), dan Urease negatif
(-),
Mannit (+) dan Sukrosa
(+).
3. Proteus sp.
Pada Nutrien Agar koloni bulat,
smooth,
tidak berwarna, ada yang
menyebar. Pada Mac Conkey Agar
koloni terlihat bulat, berwarna merah muda, tidak memfermentasi
laktosa. Berdasarkan hasil
identifikasi dengan TSIA
dan
tes
biokimia deretan IMVICMU
ditandai
dengan
hasil tes yaitu, TSIA A/K/+, Sulfur
(+),
Motility (+), Indol(-),
Voges Proskauer (-), Simon
Citrat
(+), Metyl Redpositif(+), Urease
positif (+), Mannit (+) dan
laktosa (+) seperti
terlihat
pada
(Lampiran5).
Proteus
dapat
ditemukan
didalam air, tanah dan bahan-bahan yang
terkontaminasi
oleh feses manusia.
4. Bacillussp.
Pada media Nutrien
Agar koloni besar terlihat
menyebar,
tepinya tidak rata. Dengan
melakukan pewarnaan Gram dapat di identifikasi
bahwa ditemukan
bakteri Bacillus sp. pada tubuh lalat M. domestica dan C.megacephala
dengan ciri-ciri
morfologi bakteri
berbentuk
batang besar persegi (tongkat),
bersifat
Gram (+). Setelah dilakukan
pewarnaan
spora ditemukan adanya
endospora. Hasil uji
tes katalase untuk bakteri Bacillussp.
menunjukkan bahwa katalase
(+).
5. Serratia marcescens
Pada media Mac Conkey agar terlihat
koloni bakteri bulat, menyebar dan
berwarna merah. Berdasarkan hasil identifikasi dengan memakai
metoda KITA PI20E didapatkan
bahwa
jenis bakteri yang ditemukan adalah Serratia
marcescens dengan ketepatan hasil97%.
Dari hasil penelitian tersebut,
tidak heran apabila lalat bisa menjadi vektor biologis dan mekanis dalam
penyebaran penyakit. Penularan ini
terjadi secara mekanis,
dimana kulit tubuh dan kaki-kakinya
yang kotor tadi merupakan tempat menenmpelnya
mikroorganisme penyakit perut kemudian
hinggap pada makanan.
Beberapa penyakit yang dapat ditularkan oleh
lalat rumah antara lain:
1.
Desentri, penyebaran bibit penyakit yang
dibawa oleh lalat
rumah yang berasal dari sampah, kotoranmanusia/hewan terutama melaluibulu-bulubadannya,kakidanbagian tubuh
yang lain dari
lalat dan bila
lalat hinggap kemakanan manusia maka
kotoran tersebut akan
mencemari makanan yang akan dimakan
oleh
manusia, akhirnyatimbul gejala
pada manusia yaitu sakit pada bagian perut,
lemas karena terlambat peredaran darah
dan pada kotoran terdapat mucus
dan push.
2.
Diare, cara penyebarannya
sama dengan desentri dengan gejala sakit pada bagian perut, lemas dan pecernaan terganggu.
3.
Typhoid, cara
penyebaran sama dengan desentri, gangguan
padausus, sakit pada perut, sakit kepala,
berak darah dan demam tinggi.
4.
Cholera ,
penyebaran bibit penyakit yang
dibawa oleh lalat
rumah yang berasal dari sampah, kotoran manusia/hewan terutama melalui bulu-bulu badannya, kaki
dan bagian tubuh
yang lain dari
lalat dan bila
lalat hinggap kemakanan manusia maka
kotoran tersebut akan
mencemari makanan yang akan dimakan
oleh
manusia, akhirnya timbul gejala
pada manusia yaitu sakit pada bagian perut,
lemas karena terlambat peredaran darah
dan pada kotoran terdapat mucus
dan push (Depkes, diakses 2013).
2.6 Musca
Domestica Atau Lalat Rumah Bisa Menyebabkan Timbulnya Gejala Kolera Pada Manusia
Penyakit
taun
atau kolera (juga disebut Asiatic cholera) adalah penyakit menular di saluran
pencernaan yang disebabkan oleh bakterium Vibrio cholerae. Bakteri ini biasanya masuk
ke dalam tubuh melalui air minum yang terkontaminasi oleh sanitasi yang tidak benar atau
dengan memakan ikan yang tidak dimasak benar, terutama kerang. Gejalanya termasuk diare, perut keram, mual, muntah, dan dehidrasi.
Vibrio cholerae merupakan bakteri gram negatif, berbentuk basil (batang)
dan bersifat motil (dapat bergerak), memiliki struktur antogenik dari antigen flagelar H dan antigen
somatik O, gamma-proteobacteria, mesofilik dan kemoorganotrof, berhabitat alami di lingkungan akuatik dan umumnya
berasosiasi dengan eukariot. Spesies Vibrio
kerap dikaitkan dengan sifat patogenisitasnya pada manusia, terutama V.
cholerae penyebab penyakit kolera di negara berkembang yang memiliki keterbatasan akan air
bersih dan memiliki sanitasi yang buruk. V. cholerae
ditemukan pertama kali oleh ahli anatomi dari Italia bernama Filippo Pacini pada tahun 1854.
Seekor lalat dewasa mampu berpindah pada jarak yang jauh.
Kebanyakan lalat dewasa akan tetap tinggal di\ tempat dimana tersedia makanan
yang cukup dan tempat untuk bertelur. Lalat dewasa hidup beberapa minggu dan
dapat berpindah apabila makanan berkurang. Selain itu lalat dapat mengadakan
migrasi hingga 8 km.
Pada kasus food borne disease secara epidemiologi penting
dipelajari peran lalat dalam memindahkan agen penyakit dari tempat yang kotor
ke makanan. Penyebaran agen penyakit dapat berlangsung cepat dan luas karena
lalat rumah dapat terbang sampai jarak 20 mil. Lalat rumah bahkan dapat terbang
lebih dari 32 km.
Lalat beradaptasi dengan
baik untuk menyerap agen penyakit. Keenam kaki lalat yang dilengkapi dengan
rambut dan bantalan kaki tempat menempelnya material, oleh karenanya lalat
sebagai vektor potensial penyebaran agen penyakit. Lalat dalam sekali makan
dapat membawa 6 x 106 bakteri pada eksoskeletonnya.
2.7 Cara Pencegahan Penyakit Kolera Oleh Vektor Musca
Domestica Atau Lalat Rumah
1. Mencegah
Lalat datang Ke Rumah
Sebelum anda mengusir lalat,
sebaiknya anda mencegah lalat untuk datang kerumah anda dengan mengetahui
yang memancing lalat untuk datang ke rumah yaitu adanya sumber makanan untuk
lalat:
a.
Cucilah counter atau permukaan meja dapur setiap
hari menggunakan sabun dan air, serta anda bersihkan
sisa-sisa saus atau remah-remah dengan sesegera mungkin.
b.
Anda jangan membiasakan meninggalkan botol-botol minuman, kaleng,
dan gelas yang terisi jus, soda, anggur, liquor atau bir
karena ini akan menarik perhatian lalat.
c.
Anda harus memastikan bahwa tempat cuci piring dan saluran airnya
selalu dalam keadaan bersih. Jika kotor, sisa remah atau residu bisa
menarik perhatian lalat. Jika Anda berpikir bahwa tempat cuci piring
di dapur menjadi tempat lalat berkumpul maka siramlah salurannya
dengan air setiap hari.
d.
Anda harus memastikan seluruh piring makan tercuci dengan bersih
dan jangan membiarkan piring kotor. Jika memang tidak ada
sisa-sisa makanan di meja makan atau dapur maka periksalah piring-piring
kotor, biji, atau kulit buah-buahan yang mungkin tercecer di ruangan lain,
seperti di bawah kursi atau furnitur.
e.
Saat cuaca panas, ikat dan pindahkan kantong sampah dari
dapur setiap hari dan pastikan tempat sampah tertutup rapat untuk
menghindari kedatangan lalat. Kotoran dan sampah dapur akan berubah dengan
cepat dan bisa menarik perhatian lalat.
f.
Jangan lupa untuk membersihkan seluruh kaleng dan botol sebelum
menempatkannya di kantong daur ulang.
g.
Bungkus dengan plastik makanan dan buah-buahan secara
rapat atau simpan di lemari es (khususnya untuk buah yang cepat
busuk karena jenis makanan ini seperti magnet bagi serangga kecil).
Lalat sangat senang untuk menempatkan telur-telurnya pada makanan ini.
h.
Jagalah selalu pantry Anda, kentang atau bawang yang tersimpan
dalam kantong-kantong akan berubah cepat dalam suhu yang panas dan
akan menarik perhatian lalat.
2. Cara
Mengusir Lalat dari Rumah
Jika anda sudah bosan melihat lalat dan ingin mengusirnya maka anda bisa
simak tips ampuh berikut ini untuk mengusir lalat di rumah dengan menggunakan
bahan alami, yaitu
a. Cengkeh
Wangi cengkeh cukup efektif mengusir lalat. Ada dua cara untuk memanfaatkan
wewangian rempah yang satu ini. Pertama, cara yang paling sederhana. Rendam
cengkeh secukupnya, pada semangkuk air. Kemudian letakkan rendaman cengkeh tadi
pada tempat yang banyak dihinggapi lalat. Untuk mendapatkan wangi yang lebih
tajam, padukan wangi cengkeh dengan apel. Caranya, siapkan satu buah apel yang
sudah matang. Penuhi seluruh permukaan apel dengan cengkeh, dengan cara
menusukkan bunga-bunga cengkeh ke permukaan kulit apel. Letakkan apel yang sudah
terutup cengkeh ini di atas meja. Lalat pun enggan mendekat.
b. Daun
Pandan
Wangi pandan bisa digunakan untuk mengusir lalat, yaitu dengan menyiapkan
beberapa helai daun pandan, setelah itu iris halus. Kemudian anda letakkan
irisan daun pandan tadi pada sebuah mangkuk atau piring dan letakkan mangkuk
atau piring di tempat yang banyak dihinggapi oleh lalat.
c. Lavender
Lavender merupakan salah satu tanaman, yang wanginya tidak disukai
serangga. Anda bisa menempatkan beberapa tangkai bunga lavender di dalam rumah,
untuk mengusir lalat. Selain mengusir lalat, bunga-bunga lavender ini juga bisa
mempercantik tampilan ruangan.
3. Cara
Membasmi Lalat dari Rumah
Selain cara diatas maka anda bisa
juga membasmi lalat dengan menyemprotkan racun anti serangga berbahan
kimia, karena ini termasuk cara yang mudah dan cepat membunuh atau mengusir
serangga khususnya lalat, namun cara tersebut dapat meninggalkan racun bagi
tubuh manusia.
Selain menggunakan semprotan maka
anda bisa juga membasmi lalat menggunakan kertas lem lalat yang banyak
dijual di toko dan anda tinggal meletakkannya di tempat-tempat yang sering
dihinggapi oleh lalat dan jika lalat hinggap dikertas tersebut maka lalat akan
lengket menempel di kertas itu dan tidak bisa bertebangan bebas lagi.
Jika anda tidak ingin menggunakan
lem lalat maka anda bisa membasmi lalat dengan menggunakan satu sendok madu
dicampur dengan sakarin satu sendok teh. Kemudian anda oleskan pada kertas
sampai merata dan anda letakkan ditempat dimana lalat biasanya hinggap. Lalat
akan berbondong-bondong mengerubuti kertas tersebut dan akhirnya mati
keracunan.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Lalat rumah masuk ke dalam ordo diptera, yaitu
yang memeiliki dua sayap. Sepasang sayap depan dan sayap belakang yang berubah
bentuknya menjadi suatu bulatan kecil yang disebut haltere.
Lalat rumah berukuran sedang, panjangnya 6-7,5 mm,
berwarna hitam keabu-abuan dengan empat garis memanjang pada bagian punggung. Memiliki
sepasang mata, sepasang antena, dan tiga pasang kaki. Lalat rumah memiliki bulu
pada bagian atas dan bawah. Sayapnya mempunyai empat garis (strep) yang
melengkung ke arah kosta/rangka sayap mendekati garis ketiga. Garis ini menjadi
ciri pada lalat rumah dan merupakan pembeda dengan musca jenis lainnya.
Siklus hidup pada lalat rumah (Musca domestica)
ada 4 fase, yaitu: telur, larva, pupa, dan dewasa. Metamorfosis yang dilakukan
oleh lalat adalah metamorfosis sempurna.
Lalat rumah
menyukai makanan yang berbau busuk
dan biasa
memakan makanan yang berbentuk cairan. Tempat yang disenangi lalat untuk
perindukan atau berkembang biak adalah tempat yang basah, pada benda-benda
organik, tinja, sampah basah, kotoran binatang, dan tumbuh-tumbuhan busuk.
Salah satu penyakit yang di
sebarkan lalat rumah (musco domestica) yaitu
kolera. Kolera adalah penyakit menular di saluran
pencernaan yang disebabkan oleh bakterium Vibrio cholerae.
Vibrio cholerae merupakan bakteri gram negatif, berbentuk basil (batang)
dan bersifat motil (dapat bergerak), memiliki struktur antogenik dari antigen flagelar H dan antigen
somatik O, gamma-proteobacteria, mesofilik dan kemoorganotrof, berhabitat alami di lingkungan akuatik dan umumnya
berasosiasi dengan eukariot.
3.2 Saran
Walaupun hanya sekilas pembahasan mengenai
lalat ini, diharapkan pembaca tetap menjaga diri, lingkungan, serta makanan
agar tetap bersih. Hal ini sangat penting untuk menghindari penyebaran penyakit
di sekitar kita. Karena lalat sebagai salah satu vektor penyebaran penyakit
sangat menyukai tempat-tempat yang kotor.
Namun, lalat tidak seburuk dengan apa yang
telah dijelaskan. Segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah pasti ada
manfaatnya. Seperti halnya dengan lalat, walaupun ia menyebabkan penyakit,
tetapi ia menyediakan obat/penawarnya juga. Jangan melihat segala sesuatu dari
satu sisi negatifnya saja.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim 2014, Vibrio Cholerae Di unduh dari:
Anonim 2014, Kolera Diunduh
dari:
Hidayanto, 2014 Cara Mengusir Lalat Dari Rumah Diunduh
dari:
http://hadiyanto.net/tips-seputar-rumah/cara-mengusir-lalat-dari-rumah/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar